Gejala Mata SePeLe Jangan Disepelein! Mata SePeLe Hampir Bikin Momen Temu Kangen Jadi Berantakan
Ada satu hal yang sering luput dari perhatian ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama di kota besar. Kita biasanya sibuk mempersiapkan pakaian, membawa dompet, ponsel, atau memastikan baterai tetap penuh.
Namun, ada satu bagian tubuh yang sering terlupakan, padahal bekerja tanpa henti setiap hari, yaitu mata.
Padahal, mata setiap hari harus menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari paparan sinar matahari, debu jalanan, angin, polusi kendaraan, hingga penggunaan gawai dalam waktu lama.
Semua faktor tersebut dapat mengganggu kestabilan lapisan air mata sehingga mata menjadi kering. Awalnya mungkin hanya terasa sepet, sedikit perih, atau cepat lelah.
Karena dianggap sepele, banyak orang memilih mengabaikannya. Padahal, bila dibiarkan, rasa tidak nyaman tersebut bisa mengganggu aktivitas bahkan membuat momen yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi kurang berkesan.
Pengalaman itulah yang belum lama ini kami alami saat akhirnya bisa mengadakan temu kangen bertiga.
Temu Kangen yang Sudah Lama Dinanti
Aku, Kak Inna, dan Kak Citra sudah cukup lama bersahabat. Meski sekarang tinggal di kota yang berbeda, komunikasi kami tetap berjalan. Kak Citra sendiri kini menetap di Kepulauan Riau. Kesibukan pekerjaan membuat kami cukup sulit menentukan waktu untuk bertemu secara langsung.
Suatu hari, Kak Citra memberi kabar bahwa ia mendapatkan tugas kantor ke Jakarta selama beberapa hari.
"Aku ada kerjaan di Jakarta minggu depan. Gimana kalau kita sekalian ketemu?" tulisnya di grup WhatsApp.
Tanpa pikir panjang, aku dan Kak Inna langsung menyetujui usulan itu.
"Wah, akhirnya ketemu juga!"
"Kita makan siang bareng, ya!"
Setelah berdiskusi sebentar, kami sepakat bertemu di sebuah restoran yang letaknya tidak jauh dari hotel tempat Kak Citra menginap. Kami sengaja memilih waktu makan siang agar setelah pekerjaan Kak Citra selesai, kami bisa mengobrol lebih lama.
Hari yang Ditunggu Akhirnya Tiba
Aku dan Kak Inna datang lebih dulu ke restoran. Sambil menunggu pesanan minuman datang, kami sesekali melihat ke arah pintu masuk berharap Kak Citra segera muncul.
Namun ternyata perjalanan menuju restoran tidak berjalan semulus yang kami bayangkan. Insiden Kecil di Tengah Teriknya Jakarta
Cuaca Jakarta siang itu benar-benar panas. Langit cerah tanpa awan, sinar matahari terasa menyengat, sementara kendaraan lalu lalang memenuhi jalan.
Saat menyeberang dari hotel menuju restoran, tiba-tiba embusan angin membawa debu dari jalan raya tepat ke arah wajah Kak Citra. Refleks ia langsung memejamkan mata.
"Aduh..."
Debu yang beterbangan membuat salah satu matanya terasa perih.
Ia mencoba berkedip beberapa kali sambil mengucek pelan, berharap rasa tidak nyaman segera hilang. Namun ternyata bukan semakin membaik. Mata justru mulai memerah.
Rasanya semakin perih, sepet, dan seperti ada sesuatu yang mengganjal. Meski begitu, Kak Citra tetap melanjutkan langkah menuju restoran karena kami sudah menunggu.
Begitu tiba di meja kami, ekspresinya langsung membuat kami sadar ada sesuatu yang tidak beres.
"Kok Mata Kamu Merah?", aku langsung bertanya.
Kak Citra tersenyum kecil sambil memegang sudut matanya.
"Tadi pas nyebrang jalan kena debu. Awalnya cuma perih sedikit, sekarang malah makin nggak nyaman."
Kak Inna memperhatikan lebih dekat.
"Iya, merah banget. Masih berasa perih?"
Aku ikut menimpali, "Pantes dari tadi kamu sering berkedip."
Kak Citra mengangguk, "Rasanya nggak enak banget."
Saat itulah Kak Inna langsung membuka tasnya., "Untung aku selalu bawa ini."
Ia mengeluarkan Insto Dry Eyes, "Nih, coba pakai dulu."
Kak Citra tampak lega, "Wah... untung kamu bawa. Aku benar-benar lupa bawa tetes mata."
Ia kemudian menggunakan Insto Dry Eyes sesuai petunjuk penggunaan. Beberapa saat kemudian rasa tidak nyaman mulai berkurang sehingga ia bisa kembali menikmati momen makan siang bersama kami.
Gejala Mata SePeLe Memang Jangan Disepelein
Pengalaman Kak Citra mengingatkanku bahwa mata yang terasa sepet, perih, merah, atau cepat lelah bukanlah sesuatu yang sebaiknya dianggap remeh.
Sering kali gejala tersebut muncul setelah mata terpapar debu, angin, udara panas, ruangan ber-AC, atau terlalu lama menatap layar komputer maupun ponsel.
Kondisi tersebut dapat mempercepat penguapan lapisan air mata sehingga permukaan mata menjadi kurang terlumasi.
Akibatnya muncul rasa kering, tidak nyaman, seperti ada pasir di mata, mudah berair sebagai respons iritasi, hingga mata tampak kemerahan.
Jika gejala terus berulang tanpa penanganan yang tepat, aktivitas sehari-hari tentu menjadi kurang nyaman. Bekerja, menyetir, membaca, bahkan menikmati waktu bersama keluarga atau sahabat pun bisa terganggu.
Jangan Tunggu Sampai Aktivitas Terganggu
Sejak kejadian itu, aku semakin sadar bahwa menjaga kesehatan mata sama pentingnya dengan menjaga kesehatan bagian tubuh lainnya.
Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa membantu mengurangi risiko mata kering.
Pertama, hindari mengucek mata ketika terkena debu karena justru dapat memperparah iritasi.
Kedua, berkediplah secara normal terutama saat bekerja di depan layar agar lapisan air mata tetap menyebar merata.
Ketiga, bila berada di luar ruangan dengan kondisi berdebu atau berangin, gunakan pelindung mata bila diperlukan.
Keempat, cukupi kebutuhan cairan tubuh agar kelembapan tubuh tetap terjaga.
Dan ketika mata mulai terasa kering, sepet, atau perih, penggunaan tetes mata pelumas seperti Insto Dry Eyes dapat menjadi pertolongan pertama untuk membantu memberikan kelembapan pada permukaan mata sesuai petunjuk penggunaan.
Momen Bahagia Tidak Boleh Rusak Karena Mata Kering
Untung saja insiden kecil yang dialami Kak Citra tidak berlangsung lama.
Setelah matanya terasa lebih nyaman, obrolan kami kembali mengalir. Kami tertawa mengenang masa-masa dulu, saling berbagi cerita tentang pekerjaan, keluarga, hingga rencana liburan berikutnya.
Di tengah obrolan, Kak Citra sempat bercanda, "Pelajaran hari ini, ternyata yang wajib dibawa bukan cuma dompet sama power bank."
Aku langsung tertawa, "Betul. Ternyata tetes mata juga wajib masuk daftar barang yang harus dibawa."
Kak Inna ikut menambahkan, "Apalagi kalau sering aktivitas di luar. Debu bisa datang kapan saja."
Kami bertiga pun mengangguk setuju.
Kadang sebuah kejadian kecil justru memberikan pelajaran besar. Mata yang terasa sepet, perih, merah, atau gejala mata kering memang terlihat sederhana, tetapi bila diabaikan dapat mengurangi kenyamanan saat beraktivitas.
Karena itu, mulai sekarang jangan menunggu sampai mata terasa semakin tidak nyaman. Kenali gejalanya sejak awal dan lakukan langkah yang tepat agar mata tetap nyaman menemani setiap aktivitas.
Momen bertemu sahabat, bekerja, bepergian, hingga menikmati waktu bersama orang-orang tersayang tentu akan terasa jauh lebih menyenangkan ketika mata tetap sehat dan nyaman.
Yuk, jangan anggap remeh gejala mata sepet, perih, lelah, atau kering. Selalu siapkan Insto Dry Eyes sebagai teman perjalanan dan aktivitasmu.
Karena #InstoDryEyes membantu memberikan kelembapan pada mata kering sehingga kamu bisa kembali nyaman beraktivitas. Ingat selalu, #BebasMataKering dimulai dari kepedulian terhadap kesehatan mata, sebab #MataSePeLeJanganSepelein.


.jpeg)

Posting Komentar untuk "Gejala Mata SePeLe Jangan Disepelein! Mata SePeLe Hampir Bikin Momen Temu Kangen Jadi Berantakan"